Posted on: July 21, 2026 Posted by: adminmajalah Comments: 0
Spread the love

BULETIN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT • UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN


PEMBERDAYAAN MASYARAKAT • PENCEGAHAN STUNTING

AI SiTARA dan Inovasi Pangan Lokal Berbasis Kelor

Transformasi Peran TP PKK Desa Tunggulwulung dalam Pencegahan Stunting

Oleh: Cahya Bagus Sanjaya1, Muhammad Imron Rosadi2, Cahyaning Rini Utami3
1,2,3 Universitas Yudharta Pasuruan


Tim PKM Universitas Yudharta Pasuruan bersama ibu-ibu TP PKK Desa Tunggulwulung dalam praktik pengolahan pangan lokal berbasis daun kelor.

Stunting: Tantangan yang Harus Diselesaikan Bersama

     Stunting masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun ini tidak hanya menyebabkan anak memiliki tinggi badan di bawah standar usianya, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga perguruan tinggi.

     Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa prevalensi stunting nasional memang terus mengalami penurunan, namun masih menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital dan optimalisasi potensi pangan lokal (Kementerian Kesehatan RI, 2023).

     Berangkat dari tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Yudharta Pasuruan menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dengan pemanfaatan pangan lokal berbasis daun kelor dalam sebuah program pendampingan kepada TP PKK Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

 

Ketika Teknologi Menjadi Sahabat Kader Posyandu

     Transformasi digital telah merambah berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam kegiatan ini, Tim PKM memperkenalkan AI SiTARA (Artificial Intelligence untuk Rekomendasi Asupan Gizi), sebuah aplikasi berbasis Android yang dikembangkan untuk membantu kader Posyandu melakukan pencatatan data ibu hamil dan balita secara digital.

     AI SiTARA tidak hanya berfungsi sebagai media pencatatan, tetapi juga mampu membantu menganalisis status gizi berdasarkan data antropometri, memberikan rekomendasi kebutuhan gizi, menyajikan menu sehat yang sesuai dengan kondisi balita maupun ibu hamil, serta menghasilkan laporan perkembangan secara berkala. Kehadiran aplikasi ini menjadi salah satu bentuk implementasi transformasi digital di tingkat desa yang mendukung pelayanan Posyandu menjadi lebih efektif, cepat, dan terdokumentasi.

Gambar 1. Tampilan Utama Aplikasi AI SiTARA
Gambar 2. Tampilan Dashboard Aplikasi AI SiTARA

     Dalam pelaksanaan PKM, peserta tidak hanya dikenalkan pada fitur-fitur aplikasi, tetapi juga didampingi secara langsung hingga mampu mengoperasikan AI SiTARA secara mandiri. Pendekatan learning by doing yang diterapkan membuat kader lebih percaya diri memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pelayanan kesehatan sehari-hari.

Gambar 3. Pelatihan penggunaan Aplikasi AI SiTARA bagi ibu-ibu TP PKK Desa Tunggulwulung, dipandu langsung oleh Tim PKM Universitas Yudharta Pasuruan.

Daun Kelor: Potensi Lokal yang Kaya Manfaat

     Selain teknologi digital, program ini juga mengangkat potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu daun kelor (Moringa oleifera).

     Berbagai penelitian menunjukkan bahwa daun kelor mengandung protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, kalium, asam amino esensial, serta senyawa antioksidan yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak dan kesehatan ibu hamil. Bahkan, WHO telah lama merekomendasikan pemanfaatan kelor sebagai salah satu sumber pangan bergizi di negara berkembang.

     Melalui pendampingan ini, masyarakat diajarkan bagaimana mengolah daun kelor menjadi produk pangan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki cita rasa yang disukai anak-anak. Produk yang diperkenalkan meliputi Teh Kelor, Es Krim Kelor, dan Stik Kelor.

Gambar 4. Teh Kelor Lemon
Gambar 5. Es Krim Kelor
Gambar 6. Stik Kelor

     Seluruh formulasi produk dikembangkan berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman tim dalam bidang teknologi pangan sehingga tetap mempertahankan kandungan gizi, aman dikonsumsi, dan memiliki daya terima yang baik.

Gambar 7. Ibu-ibu TP PKK Desa Tunggulwulung mempraktikkan langkah pengolahan bahan baku menjadi produk pangan berbasis kelor secara langsung.

 

Dari Penelitian Menjadi Solusi Nyata

     Salah satu keunggulan program ini adalah didukung oleh hasil riset tim pengusul. Cahya Bagus Sanjaya, selaku ketua tim, memiliki bidang keahlian Pengembangan Aplikasi, sementara Muhammad Imron Rosadi sebagai anggota memiliki keahlian dalam Kecerdasan Buatan. Riset terkait meliputi aplikasi berbasis AI untuk analisis gizi ibu hamil dan rekomendasi resep sehat guna mencegah stunting (Sholehuddin, dkk., 2025), rancang bangun aplikasi informasi tanda bahaya kehamilan berbasis website dan Android dengan metode Waterfall (Putri, 2024), serta perancangan UI/UX aplikasi pengingat minum obat IngatCare untuk penderita hipertensi (Faizi, 2025). Beberapa riset tersebut menjadi dasar pengembangan aplikasi AI SiTARA dalam kegiatan ini.

     Selain itu, Cahyaning Rini Utami selaku anggota tim dengan bidang keahlian Pangan memiliki pengalaman riset dalam pengembangan minuman fungsional (teh/herbal instan) serta produk es krim berbasis bioaktif dan formulasi snack kering berfortifikasi bahan lokal. Kegiatan pengabdian sebelumnya juga mencakup pelatihan PMT berbasis bahan lokal untuk kader Posyandu stunting, edukasi gizi seimbang pada masyarakat desa, dan pelatihan minuman herbal instan berbasis pangan lokal. Kontribusi riset dan pengabdian ini memperkuat pendekatan pengolahan kelor menjadi produk pangan yang aman, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil serta balita.
“Integrasi hasil riset teknologi informasi dan pengolahan pangan menjadikan program ini tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga bentuk hilirisasi riset perguruan tinggi kepada masyarakat.”

 

Pemberdayaan Masyarakat sebagai Kunci Keberhasilan

     Keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya ditentukan oleh tersedianya teknologi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya.

     Oleh karena itu, kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan yang berfokus pada potensi yang telah dimiliki masyarakat.

     TP PKK Desa Tunggulwulung tidak diposisikan sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai mitra aktif yang ikut merancang, melaksanakan, mengevaluasi, hingga mengembangkan program secara mandiri. Melalui pendekatan tersebut, kader Posyandu memperoleh keterampilan baru dalam memanfaatkan aplikasi AI SiTARA sekaligus mengembangkan produk pangan lokal bergizi yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

 

Kolaborasi Multidisiplin

Program ini dilaksanakan oleh tim lintas disiplin Universitas Yudharta Pasuruan yang terdiri atas:

Ketua Tim
Cahya Bagus Sanjaya, S.Kom., M.Kom (Program Studi Teknik Informatika)

Anggota Dosen
Muhammad Imron Rosadi, S.Kom., M.Kom. (Program Studi Teknik Informatika)
Cahyaning Rini Utami, S.Si., M.Sc. (Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan)

Mahasiswa
Afroh Majidah (Program Studi Teknik Informatika)
Ahmad Rifqi Al Asyrofi (Program Studi Teknik Informatika)
Naily Nailufa (Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan)

Kolaborasi bidang teknologi informasi dan teknologi pangan menghasilkan inovasi yang saling melengkapi, sehingga solusi yang diberikan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan.

 

Harapan ke Depan

     Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Dengan dukungan teknologi digital, peningkatan kapasitas kader Posyandu, serta pemanfaatan pangan lokal, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

     Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan keluarga. AI SiTARA serta inovasi pangan lokal berbasis kelor menjadi bukti bahwa teknologi dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

 

Ucapan Terima Kasih

     Penulis menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Tahun Anggaran 2026. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Tunggulwulung, TP PKK Desa Tunggulwulung, kader Posyandu, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program.

 

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI.

World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards. Geneva: WHO.

UNICEF. (2023). Improving Child Nutrition: The Achievable Imperative for Global Progress. New York: UNICEF.

Maghfiroh, K., Utami, C. R., & Saputri, R. K. (2024). Penerapan PMT Berbasis Bahan Herbal dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader Posyandu Stunting di Desa Lemahbang Pasrepan Pasuruan. GUYUB: Journal of Community Engagement.

Utami, C. R., & Pratama, I. Y. P. (2024). Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Mocaf terhadap Karakteristik Kimia dan Sensoris Stik Kopi Robusta. Teknologi Pangan.

Utami, C. R., Mufidah, L. N. A., Utomo, D., Palupi, H. T., & Maghfiroh, K. (2026). Karakteristik Es Krim Susu Beras dengan Perbedaan Penambahan Emulsi Putih Telur dan Waktu Mixing. Teknologi Pangan.

Ernawati, Utami, C. R., Nuswardhani, R. R. S., dkk. (2021). Pengaruh Penambahan Tepung Mangrove Jenis Rhizophora sp. sebagai Sumber Antioksidan pada Pembuatan Es Krim. Techno-Fish.

Solehudin, M., Zain, N. S., Farid, A., & Bagus, C. (2022). Aplikasi Mobile Berbasis Artificial Intelligence untuk Analisis Gizi Ibu Hamil dan Rekomendasi Resep Sehat Pencegah Stunting. 7(2), 1–9.

Putri, Y. M., & Sanjaya, C. B. (2024). Rancang Bangun Aplikasi Informasi Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Pada Ibu Hamil Berbasis Website Dan Android Menggunakan Metode Waterfall. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 8(6), 11175–11183.

Faizi, N., & Rosadi, M. I. (2025). Perancangan UI/UX IngatCare Aplikasi Pengingat Minum Obat untuk Penderita Hipertensi. 5(2), 366–379.

Khoirin, M., Utami, C. R., Utomo, D., Setiawan, M. A. H., & Palupi, H. T. (2025). Characterization of Tamarindus indica L. Leaves Herbal Tea as a Functional Beverage. Journal of Innovation Technology, 2025(18), 1–7.

Utami, C. R., & Ifadah, Q. I. I. Sintesis dan Aplikasi Nanoemulsi Betalain Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Pewarna Alami pada Produk Es Krim.

Lubis, M. M., Yuliati, L., Asrijal, A., Utami, C. R., Gunawan, U., & Putri, E. T. (2024). Education On Consuming Food With Balanced Nutrition In Creating Superior Resources In The Village. Journal of Human Education, 4(6), 1440–1445.

Leave a Comment